Abdurrahman ibn Auf bin Harits bin Zuhrah, seorang sahabat asal Quraisy dari suku Zuhri adalah di antara orang yang masuk Islam dari sejak dini dan termasuk sepuluh orang yang diproyeksikan masuk surga oleh Rasulullah saw serta termasuk enam orang konsultan Nabi. Beliau mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah termasuk perang Badar, ia juga termasuk orang yang cerdas.Pada saat itu, orang arab khususnya kaum muslimin tidak bisa berjualan pada kaum Yahudi karena sudah memiliki pasar sendiri yang stabil dengan sistem kartel yang kuat, sehingga para pedagang dan sudagar arab yang ingin berniaga selalu mengalami kerugian dalam perniagaannya. abdurrahman ibn Auf, pada saat itu menciptakan suatu sistem yang unik, yakni dengan membawa contoh barang dagangan, kemudian melakukan transaksi setelah sepakat mengenai harga dan segala sesuatunya, barulah barang pesanan dikirim sesuai kesepakatan dan contoh, sehingga dengan cara perniagaan seperti ini Abdurrahman ibn Auf dan pembeli banyak diuntungkan, Abdurrahman dengan cara ini berhasil memangkas uang sewa tempat dan pembayaran upeti hingga sebesar 40%, sedangkan pembeli tak perlu repot, tak perlu membayar pajak pembelian, mendapatkan barang yang baik (karena konsep ini Abdurrahman mengandalkan keandalan dan kejujuran = akuntabilitas) bahkan barang yang sudah dibeli dapat langsung diantar ke tempat tujuan tanpa biaya keluar dari koceknya sendiri, dan berkat cara ini Abdurrahman ibn Auf juga mengajak banyak saudagar dan pedagang muslim dalam bisnis ini, dalam waktu singkat pasar kamu yahudi yang sedemikian mapan dan solidnya tutup dan dapat diruntuhkan oleh Abdurrahman ibn Auf.
Saat ini konsep seperti ini, justru banyak dianut oleh orang-orang yahudi, nasrani dan orang-orang cina perantuan, mereka menciptakan sistem, kartel bahkan kerajaan yang hampir tak terdeteksi hanya berdasarkan kesamaan nama, kesenangan sampai tempat tinggal, mereka tak pernah mengenal kata islami dalam tiap urusannya, hanya ada profesionalisme, wajarlah apa-apa yang mereka usahakan seringkali tak islami, karena memang tak ada tempat untuk itu, bagi mereka, bussiness is bussiness.
Pemuda Islam hendaknya mau berkaca pada para rasul-rasul, nabi-nabi, Rasulullah, shahabat-shahabat Rasulullah, atau bahkan para waliyullah, yang kesemuanya adalah orang-orang utama yang cerdas dan pantang menyerah. Dalam suatu riwayat, pada zaman Rasulullah, datanglah seorang Arab Baduy kepada Rasulullah, hendak masuk Islam, namun meminta waktu 3 hari untuk berfikir memepertimbangkannya, namun apa jawaban Rasulullah?..” jangan hanya 3 hari, aku akan memberimu waktu 30 hari”, lalu sang Baduy bertanya, ” kenapa ya Rasulullah?..apakah engkau marah padaku?”, lalu Rasulullah menjawab ” tidak, aku memberimu waktu yang lebih, agar kamu dapat berfikir lebih baik, karena seorang muslim adalah seorang yang berfikir”, saat itu juga sang baduy bersyahadat.
Wahai saudara-saudariku sesama muslim, marilah kita rapatkan lagi barisan kita, lebih cerdaslah, lebih istiqomahlah kita agar kita semua termasuk orang-orang yang beruntung beroleh ridho dan rahmatNya, baik di dunia maupun di akhirat. Amiin.
Recent Comments